Film ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di sebuah sekolah dasar,
seorang pria cerdas menyandra semua anak di sekolah tersebut dan
menuntut uang tebusan. Ia mengancam akan meledakan bom bunuh diri di
sekolah tersebut. Namun anak-anak di sekolah tersebut begitu tenang,
tidak panik bahkan mereka sempat berdoa, mereka tau mereka sedang dalam
masalah. Sangat disayangkan bom bunuh diri tersebut tidak sengaja
akhirnya meledak. Namun mujizat terjadi, tidak ada satu pun dari
anak-anak tersebut mati hanya luka-luka ringan. Mereka bersaksi bahwa
ada Malaikat yang menjaga mereka saat itu. Jika kita kembali kepada
Alkitab, kejadian seperti ini sangat hampir tidak mungkin terjadi, namun
mari kita melihat insight dari film ini: pertama, penyandra
tersebut adalah seorang yang sangat pintar matematika dan fisika, namun
ilmu pengetahuannya digunakan untuk kejahatan, ini mengajarkan kita
untuk mempergunakan anugerah yang seperti itu untuk kebaikkan umat
manusia. Film ini juga mengajarkan kita untuk tidak mudah panik, dan
jika tidak bisa berbuat apa-apa berdoalah persis seperti yang dilakukan
anak-anak tersebut. Saya menjadi ingat Firman Tuhan: 1 Pet 4:7 “…Karena
itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”. Film
ini juga mengajarkan untuk peduli kepada sesama, tidak egois, mau
membantu meskipun nyawa kita dalam bahaya. Hal terakhir adalah percaya
kepada Tuhan sepenuhnya, sekalipun rasio kita berpikir tidak mungkin,
“tidak mungkin anak-anak itu selamat, tidak ada satu orang polisipun
yang sedang bertugas di daerah itu yang bisa menolong mereka” Tuhan
membuat itu terjadi karena Dia yang berdaulat, bahkan jika ada polisi di
situ malah akan memperburuk keadaan. Tuhanlah yang berdaulat. Taat dan
setia pada pimpinanNya, semoga film seperti ini mengubahkan banyak
orang.
